Rabu, 15 Desember 2010

"CERITA-CERITA LUCU"

Seorang nenek terlihat mau bunuh diri di atas jembatan sambil membawa sabun.

Polisi :“Nenek mau bunuh diri ya?”

Nenek :“Memang nggak bisa liat apa?”

Polisi :“Tapi kok bawa sabun segala, Nek?”

Nenek :“Cara sehat untuk mati!”




Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya. Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan penasaran si guru lalu memanggil muridnya.

Guru :“Smary Saklitunov, coba kemari!”

Murid :“Ya bu, saya.”

Guru :“Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia yach?”

Murid :“Nggak bu!”

Guru :“Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitunov?”

Murid :“Oo…itu, Smary itu singkatan dari nama bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary)anti.

Guru :“Mmmm…lalu Saklitunov?”

Murid :“Sabtu Kliwon Tujuh November.”





Joni pergi ke sebuah bar. Melihat ada seorang perempuan cantik sendirian, dia pun menghampirinya dan mengajaknya ngobrol. Setelah berbincang sana-sini, si perempuan mengajak Joni ke apartemennya, dan mereka segera berhubungan sex dengan serunya.Setelah selesai dan duduk bersandar di tempat tidur, Joni melihat ada foto seorang lelaki di atas meja dekat tempat tidur.

Merasa kuatir, dia bertanya,“Itu suamimu?”

“Bukan,” jawab si perempuan.

“Atau kakakmu?”

“Juga bukan.”

“Jadi pasti pacarmu.”

Dengan tetap menggeleng, si perempuan berkata,“Bukan. Itu fotoku sebelum operasi ganti kelamin.”





Bahwa sebenarnya, manusia itu tidak ada yang sempurna…

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa yakin bahwa Tuhan pasti akan memberikan seorang perempuan yang sangat cantik dan sempurna pula untuk pasangan hidupnya. Maka ia pun berkeliling ke seluruh pelosok untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia di sebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang mempunyai tiga orang anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung mana yang paling sempurna. Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si lelaki pun setuju.

Hari pertama ia pergi dengan anak perempuan yang sulung. Ketika pulang, ia berkata kepada si petani,“Anak sulung bapak mempunyai satu cacat kecil, yaitu telinga kirinya lebih besar dari telinga kanannya.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak perempuan yang kedua dan ketika pulang, ia berkata,“Anak kedua bapak juga mempunyai cacat kecil yaitu matanya agak juling.”

Akhirnya, pergilah ia dengan anak perempuan yang bungsu. Begitu pulang, ia dengan gembira mendatangi si petani,“Inilah yang saya cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si lelaki dengan anak perempuan yang bungsu. Sembilan bulan sepuluh hari kemudian si istri melahirkan. Dengan penuh kebahagiaan, si lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak petani dan bertanya,“Kenapa bisa terjadi seperti ini, pak? Anak bapak cantik dan saya tampan. Kenapa anak saya bisa sejelek itu?”

Si petani menjawab,“Anak bungsu mempunyai satu cacat kecil yang tidak terlihat olehmu di waktu kencan pertamamu dengan dia. Waktu itu ia sudah hamil duluan…”





Suatu hari ada seorang anak kecil yang belum fasih berbicara, hendak memesan satu porsi sate yang lewat didepan rumahnya.


Anak kecil : Bang, mao beli ate ... tapi potongnya ITIL-ITIL yach ... => (kecil-kecil)

Tukang sate : "Husssh, kamu masih kecil sudah berani ngomong jorok ... anak siapa sich kamu ?"

Anak kecil : "Anak Pa EWE ama Bu EWE !!" => (anaknya RW)

Tukang sate : "Hey ... dasar kamu anak bandel ... sudah dibilang jangan ngomong jorok, masih ngomong juga !!"

Anak kecil : "COLI bang NGACENGAJA !!!" ... => (sorry), (nggak sengaja)





Ada kunjungan ke Suatu Peternakan sapi terkenal di Madura yang dilakukan oleh peserta seminar keluarga harmonis, pemandu Peternakan tersebut menceritakan bahwa sapi disini sangat sehat-sehat dan kuat-kuat.

Pemandu : "Bapak dan Ibu, ini sapi dari New Zealand sangat kuat sehari bisa 5 kali berhubungan"

Ibu-ibu sambil nyenggol Bapaknya : "Tuh.. Pak 5 kali sehari bisa nggak...?"

Pemandu : "Bapak dan Ibu, ini sapi Australia lebih kuat lagi sehari bisa 10 kali"

Ibu-ibu nyenggol lagi Bapaknya : "Tuh.. pak 10 kali bayangin .....!!!",

Bapak-bapak semakin panas dan tanya kepada pemandu : "Pak ... itu 10 kali dengan betinanya yang sama apa nggak ...?"

Pemandu : "ya... nggak lah Pak"

Bapak-bapak : "Tuh... Bu betinanya beda-beda boleh nggak ...?"

Ibu-ibu cemberut dan diam.



Suatu hari sang suami baru pulang dari kantor. Dari mulutnya tercium bau durian pertanda baru saja habis makan durian. Sang istri yang tahu akan hal itu manjadi marah besar:

Istri:”Pa…, kok malah Papa sih yang makan durian! Kan Mama yang kepingin? Sampai sekarang Papa belum membelikan durian buat Mama!” kata istrinya sewot.
Suami:”Ya udah Ma… sekarang baunya aja dulu. Besok deh Papa beliin durian buat Mama.” jawab suaminya sambil menciumkan tangannya yang bau durian tersebut kehidung istrinya.

Malam harinya sang suami kepingin bercumbu dengan istrinya, didekatinya istrinya yang tidur disebelahnya:

Suami:”Ma… Papa pingin nih…” katanya sambil mencium lembut belakang telinga istrinya.

Tiba tiba istrinya berbalik sehingga mereka berhadap hadapan. Lalu sebelah tangannya dimasukkan baju tidurnya dan digosokkan kebelahan kemaluannya, dan kemudian

Istri:”Nih Pa… baunya aja dulu… nikmatinya besok setelah Mama dapat durian dari Papa.” katanya sambil menempelkan tangan yang habis digosokan di kemaluannya tersebut.

Suami:???????????









Setelah menyelesaikan latihan gabungan di laut Artik,

malam harinya para jendral dari Amerika, Rusia dan Indonesia minum bersama sambil memuji keberanian para prajuritnya.

Jendral AS: Anda sekalian tahu betapa beraninya tentara kami. Anda mau bukti?

Lalu sang jendral memanggil salah seorang prajuritnya serta memerintahkan untuk terjun ke laut yang dingin tanpa pakaian.

Prajurit AS: Siap jendral, perintah dilaksanakan!

Jendral AS: Lihat! dalam cuaca dingin seperti ini aja anak buah saya berani menerima tantangan.

Jendral Rusia pun tidak mau kalah, ia segera memanggil prajuritnya.

Jendral Rusia: Sersan! Kamu terjun kelaut dan kembali kesini membawa ikan hiu!

Prajurit Rusia: Siap jendral, perintah dilaksanakan!

Prajurit Rusia segera terjun kelaut dan kembali membawa seekor ikan hiu.

Jendral Rusia: (Dengan bangga) Lihat! Anak buah saya lebih berani dibandingkan tentara Amerika.

Dengan setengah mabuk, jendral Indonesia pun berkata, "Ah! itu sih belum seberapa, coba lihat anak buah saya ini..."

Jendral Indonesia: Kopral! Sini!

Prajurit Indonesia: Siap jendral!

Jendral Indonesia: Kamu segera terjun ke laut dan bawa itu tentara amerika kesini!

Prajurit Indonesia: Siap Jendral! Perintah ditolak! Dingin!

Dengan sedikit kaget, Jendral Indonesia berkata, "Lihat, betapa beraninya tentara saya.

Sama jendralnya sendiri aja berani, bagaimana dengan jendral dari negara lain?"

Jendral Amerika dan Rusia hanya manggut-manggut tanda setuju




Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie,

menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang

mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"

Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana

," kata si anak dalam surat itu.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat , datang satu peleton

tentara dari kota Medan .

Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka

pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.

"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil.

Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"

Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan

jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."

Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan









Udin mengantarkan neneknya berobat ke dokter, naik sepeda motor.



Udin: Ayo nek, naik boncengan, jangan lupa pengangan yang erat ya.

Nenek: Iya, ini juga nenek sudah pegangan erat koq.



Udin: Jangan lupa pengangannya yang erat ya, nek !!!! (kata Udin lagi mengingatkan)

Nenek: Iya, nenek sudah pegangan yang erat, cerewet amat.



Udin: Ok, kalo begitu kita berangkat ya, nek.



Udin lalu mulai meng-gas motornya, lalu terdengar benda jatuh



BRUAAAAKKKK!!!!!



Udin kaget, lalu menoleh ke belakang, ternyata si nenek terjatuh dari motornya.



Udin: Lho koq bisa jatuh sih, nek? Nenek gak pengangan ya?

Nenek: Nenek malah pegangan yang erat koq!!!!



Udin: Memangnya nenek pengangan dimana?

Nenek: Di pagar rumah.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar